Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Mengatasi Gugup Saat Presentasi Sesuai Dengan Tipe Kepribadian

24 Maret 2021 20:03 1580 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 3 KALI DIBAGIKAN

Presentasi merupakan hal yang akan kamu temui dalam pekerjaan, saat ingin dipromosikan jabatan ataupun memberikan ide seputar pekerjaanmu. Saat presentasi, terkadang kita merasa gugup ketika pertama kali berada di hadapan orang banyak. Hal ini cukup menganggu penampilan kamu saat presentasi. Namun, ada cara bagaimana mengatasinya berdasarkan karater kamu. Ini dia :

 

  • Tipe Penghindar

 

Kamu selalu berusaha untuk menghindari melakukan presentasi, meskipun kamu tahu sudah dipilih sebagai pembicara saat presentasi. Kamu akan merasa takut dan memiliki kegelisahan yang cukup berlebihan. Inilah solusi untuk tipe penghindar :

 

  • Memperluas pergaulan dan berkomunikasi pada banyak orang beragam karakter. Kamu bisa memperoleh pengalaman, dan teman yang beragam yang dapat mendorong kamu agar lebih percaya diri.
  • Meminta masukan dari orang yang berpengalaman, terkait masalah yang sedang kamu hadapi. Kamu bisa meminta tips bagaimana agar percaya diri saat presentasi
  • Cobalah untuk mengikuti seminar-seminar motivasi maupun pengembangan diri.
  • Membaca banyak buku seputar motivasi dan cerita sukses dari tokoh inspiratif.

 

  • Tipe Panik

 

Kamu biasanya sering terlihat panik bahkan sebelum dimulainya presentasi atau saat penyampaian materi pada presentasi. Kamu menunjukkan kepanikan dari ekspresi kamu, jantungmu akan berdegup kencang dan menghilangkan segala persiapan yang telah kamu lakukan sebelum presentasi. Dan kamu selalu merasa tegang ketika presentasi, bagaimana mengatasinya?

 

  • Tenangkan pikiran kamu dan menarik nafas dengan ritme yang teratur sebelum tampil. Lakukan sesering mungkin untuk menurunkan kecepatan detak jantung kamu, dan hembuskan nafas sebanyak mungkin yang bisa dilakukan.
  • Konsentrasi pada materi kamu yang akan disampaikan pada peserta, selalu fokus pada penyampaian kamu agar berlangsung dengan lancar dan baik.
  • Melakukan gerakan ringan seperti, peregangan sendi, otot tangan dan leher. Agar kamu merasa rileks dan tidak panik. Gunakanan bahasa tubuh di setiap penyampaian materi.

 

  • Tipe Khawatir

 

Jika kamu sering merasa khawatir sebelum atau saat berlangsung nya presentasi, kamu bisa mengatasi hal tersebut. Biasanya kamu merasa khawatir pada segi materi atau pada hal yang sepele, dan merasa takut jika presentasi kamu menjadi kacau. Bahkan kamu sering khawatir pada penampilan kamu, bagaimana mengatasinya?

 

  • Lakukan persiapan materi presentasi dengan teliti, sambil mendengarkan musik yang membuat kamu tenang.
  • Belajar memperbaiki pada kesalahan kecil yang timbul, seperti salah kata, ejaan dan sebagainya.
  • Pelajari teknik presentasi mengenai penyampaian materi dan komunikasi pada saat presentasi.
  • Bersikap terbuka dan meminta orang lain untuk berdiskusi mengenai materi presentasi.
Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Pandemi covid-19 memakan banyak korban PHK, perusahaan yang tidak bisa mempertahankan cashflow, terpaksa harus mengurangi jumlah karyawannya. Sebagai pekerja yang terkena PHK, tentu kondisi ini sangat memberatkan, apalagi untuk mereka yang mengandalkan penghasilannya hanya dari satu pekerjaan.   Buat kamu yang terkena PHK, kesempatan untuk kembali bangkit berkarir masih terbuka lebar, terlebih di era new normal. Sudah banyak perusahaan yang membuka program rekrutmen. Saatnya mempersiapkan diri untuk berjuang di tengah persaingan kerja yang lebih ketat. Termasuk mempersiapkan proses wawancara ketika lolos seleksi berkas. Meski sudah punya pengalaman profesional, bukan berarti tahap wawancara dilakukan tanpa persiapan. Kamu harus melatih mental untuk menceritakan kondisi dan tantangan yang kamu lalui usai terkena PHK.   Untuk membantu kamu melewati tahap interview dengan lancar, TopKarir bagi tips suksesnya di bawah ini.    Pastikan emosi kamu sudah stabil Menerima fakta kalau harus kehilangan pekerjaan yang selama ini dijalani memang bukan hal yang mudah. Karena itu, langkah pertama yang perlu kamu lakukan setelah di-PHK dan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan adalah memastikan emosi kamu sudah stabil.   Menjalani tahap wawancara dengan kepala dingin dan hati yang tenang akan membuat kamu lebih lancar menjawab pertanyaan nantinya. Pastikan kamu sudah menenangkan diri sebelum memulai interview, atau bahkan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan. Tegakkan kepalamu dan kembalilah dengan lebih percaya diri   Ceritakan alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya dengan jujur Saat sesi wawancara, biasanya pewawancara akan melihat jejak pekerjaan kita terlebih dulu dan bertanya apa alasan kamu berhenti dari pekerjaan terakhir. Nah, untuk pertanyaan ini kamu harus menjawab dengan jujur bahwa kamu di-PHK. Ceritakan secara singkat kalau kamu menjadi salah satu karyawan yang terkena dampak akibat krisis pandemi Covid-19.   Saat bercerita, jangan pernah menyinggung atau menjelekkan perusahaan lama tempatmu bekerja. Cukup jelaskan secara singkat, padat, diplomatis dan profesional. Kejujuran kamu bisa menjadi poin positif yang menguntungkan kamu pada sesi wawancara.   Ceritakan apa pelajaran yang membuatmu jadi lebih baik Setelah menceritakan dengan jujur apa yang membuatmu berhenti dari pekerjaan sebelumnya, selanjutnya jelaskan apa saja yang kamu pelajari dari pengalaman di-PHK, usaha apa yang kamu lakukan untuk terus berkembang dan belajar dari kegagalan.   Jelaskan pada interviewer bahwa pengalaman tersebut berdampak positif dan menjadikan kamu pribadi yang lebih baik. Misalnya kamu jadi punya waktu untuk mengikuti pelatihan online demi menambah skill dan kompetensi yang dimiliki. Selanjutnya, ceritakan kelebihan yang kamu miliki dalam berkarir.   Tunjukkan keunggulanmu dan yakinkan kalau kamu kandidat yang tepat untuk dipilih Supaya wawancaramu bisa mendapat hasil yang baik, rangkum hal-hal yang menurutmu bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu pantas dan berkompeten untuk menduduki posisi yang ditawarkan. Tunjukkan ketertarikanmu pada perusahaan, produk dan posisi kerja yang kamu lamar.   Perlihatkan attitude yang positif dan berikan kesan yang baik bahkan setelah sesi wawancara berakhir dengan mengucapkan terima kasih melalui email atas kesempatan wawancara yang sudah diberikan.   Itu tadi beberapa tips melakukan wawancara kerja selepas di-PHK. Menambah skill dan keterampilan menjadi sebuah keharusan untuk bisa menembus ketatnya persaingan kerja di era New Normal. Dengan memanfaatkan platform digital kita sudah bisa belajar dan mengikuti beragam pelatihan, seperti di TopEdu. Kamu bisa menemukan materi pelatihan bersertifikasi yang disampaikan langsung oleh tutor-tutor profesional dan berpengalaman. Sertifikat yang kamu dapat akan langsung terkoneksi dengan CV kamu di akun TopKarir, jadi daya tarik lebih di mata perusahaan. Yuk, mulai pelatihanmu di TopEdu sekarang!  
Komentar