Pencari Karir Pencari Kandidat

Begini Cara Mengatur Uang THR biar Makin Berkah

28 April 2022 08:04 2143 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Dapetin gaji ketiga belas atau tunjangan hari raya (THR) pastinya udah dinanti-nanti sama karyawan sejak memasuki bulan Ramadan. Tapi terkadang uang THR dateng cuma buat pergi alias mampir bentar aja di rekening tabungan, abis itu habis entah untuk apa aja.

 

Apalagi buat para pekerja pendatang baru yang pertama kalinya terima THR, gak jarang suka khilaf mengeluarkan uang untuk keperluan yang kurang jelas. Padahal, benefit THR akan lebih berasa kalau kita bisa mengelolanya dengan bijak.

 

Nah, biar uang THR bisa lebih maksimal dirasakan manfaatnya, bahkan bisa jadi lebih berkah untuk kamu, ada beberapa tips mengaturnya. Simak ulasannya di bawah ini ya.

 

1. Prioritaskan untuk kebutuhan Hari Raya

Namanya juga Tunjangan Hari Raya, ya uang ini memang tujuannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Lebaran.

 

Prioritaskan penggunaannya untuk kebutuhan Lebaran, seperti membeli tiket mudik, membeli baju baru, menyiapkan hidangan Lebaran atau menyiapkan THR untuk sanak saudara.

 

Kendalikan setiap pengeluaran kamu dengan bijak, meskipun diprioritaskan untuk Lebaran, bukan berarti kamu membeli segala barang tanpa perhitungan. Ingat, semua yang berlebihan itu nggak baik, lho.

 

2. Sisihkan untuk ditabung sebelum digunakan

Salah satu kendala dalam menabung apalagi kalau bukan nggak ada uangnya. Sekarang, ketika kamu sudah menerima THR sebagai tambahan gaji pokok, kamu nggak ada alasan lagi untuk skip menabung.

 

Sebelum digunakan untuk membeli keperluan lain, sisihkan sejumlah uang THR yang kamu dapat ke dalam rekening tabunganmu.

 

Jangan cuma dipakai untuk self-reward aja, pikirkan juga dana darurat atau tabungan masa depanmu nanti. Cukup sisihkan minimal 10 persen dari total uang THR aja kok, gak berat kan?

 

3. Manjakan diri dengan cukup

Nggak apa-apa kok kalau mau manjain diri pakai uang THR, toh itu juga salah satu bentuk penghargaan atas usaha dan kerja keras kamu.

 

Tapi ingat, beli apa yang memang kamu butuhkan, bukan untuk keinginan sesaat. Kalau cuma buat menuhin keinginan, yang ada kamu gak akan dapet manfaat yang baik buat diri kamu maupun orang lain. Tetap hemat berbelanja, ya.

 

4. Sedekahkan sebagian uang THR untuk sesama yang membutuhkan

Ramadan dan Lebaran adalah momen terbaik untuk memperbanyak ibadah dan sedekah, karena Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda pada hambanya yang taat dan memperbanyak hal-hal baik.

 

Rezeki yang kita terima termasuk dalam bentuk THR ada hak orang lain yang membutuhkan. Kamu bisa menyalurkan sebagian rezeki itu bersedekah, infak, sumbangan anak yatim atau kewajiban membayar zakat.

 

Dengan begitu di momen Lebaran, diharapkan semua umat Muslim dapat merayakannya dengan sukacita dan kehangatan.

 

Itu tadi empat cara mengatur uang THR biar manfaatnya bisa dirasakan dan makin berkah.

 

Yuk, baca lebih banyak informasi dan tips karir menarik lainnya di TipsKarir. Temukan berbagai lowongan kerja seluruh Indonesia ter-update di sini. Download juga aplikasi TopKarir untuk dapatkan kemudahan melamar pekerjaan.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Mengelola Gaji Pertama, Biar Gak Cepat Habis

Tips Mengelola Gaji Pertama, Biar Gak Cepat Habis

Setelah sebulan bekerja, melewati banyak hambatan di awal, gaji pertama jadi yang paling dinantikan. Pasti kamu sudah memikirkan, untuk apa uangnya nanti, atau barang apa aja yang mau dibeli. Buat kamu yang baru bekerja dan mendapat gaji pertama, mengatur finansial jadi tantangan tersendiri. Jika tidak dikelola dengan benar, bisa habis tanpa sadar. Untuk mengantisipasi hal itu terjadi, yuk simak tips-tips mengelola gaji pertama berikut ini.     Mencatat pengeluaran secara detail   Dengan mencatat seberapa besar uang yang kamu keluarkan, kamu akan sadar untuk menekan pemborosan, sebelum uangmu habis. Periksa saldo tabungan secara berkala untuk mengetahui saldo yang tersisa.   Terapkan aturan 50 - 30 - 20   Dilansir moneysmart.id, seorang perencana keuangan, Anthony Badilla mengenalkan aturan 50 - 30 -20 dengan membagi pendapatan menjadi beberapa bagian. Contohnya 50% gaji kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan, seperti makan dan transportasi. 30% disisihkan untuk tabungan dan membayar utang. 20% sisanya bisa kamu pakai untuk hiburan dan membeli keinginan pribadi.      Biasakan hidup hemat   Di tengah godaan gaya hidup yang menyenangkan. Kamu harus bisa membatasi diri untuk tidak ikut-ikutan. Sebaiknya kamu bisa membedakan pilihan dengan kebutuhan. Misalnya baru-baru ini tren minuman kopi dan bubble tea sedang marak, kalau kamu gak hemat, gaji pertamamu bisa jadi sekedar lewat.   Itu dia 3 tips penting supaya kamu bisa mengelola gaji pertama. Ingat juga ya, kamu masih harus memenuhi kebutuhan di bulan berikutnya, jadikan gaji pertama sebagai motivasi bukan sekedar apresiasi untuk memanjakan diri. Yuk temukan tips-tips dan informasi seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang ya.
Pahami Konsep 3P dalam Mengelola Gaji Karyawan

Pahami Konsep 3P dalam Mengelola Gaji Karyawan

Salah satu tugas penting seorang HR selain merekrut karyawan adalah mengelola kompensasi, termasuk di dalamnya gaji. Dalam mengelola gaji HR harus menentukan skala dan struktur upah, menghitung gaji para karyawan sesuai bagiannya, sampai membuat slip gaji sesudah gaji tersebut diterima oleh karyawan. Belum lagi harus menyesuaikan besaran gaji dengan cuti, uang lembur, dan insentif lain. Banyak komponen yang harus diperhatikan dalam mengelola gaji, karenanya seorang HR wajib mengedepankan ketelitian dan keakuratan yang tinggi.   Untuk membantu Anda dalam menentukan gaji karyawan, terdapat konsep 3P yang bisa Anda pelajari. Konsep 3P ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan HR dalam menentukan gaji karyawan, terutama yang masih dalam proses penentuan. Atau jika Anda ingin memperbaiki sistem gaji yang sudah ada sekarang supaya lebih tepat sasaran.   Pay For Position Sistem penggajian yang menggunakan konsep pay for position berarti membayar karyawan berdasarkan jabatan atau posisi yang dimiliki karyawan tersebut. Perusahaan umumnya akan menggaji karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan senioritas dari para karyawan. Namun, perusahaan yang memakai konsep ini terkadang tidak memperhatikan keahlian dan kualitas kerja yang dihasilkan oleh karyawan. Performa karyawan yang relatif biasa atau standar bukan menjadi masalah besar. Penggajian dengan sistem ini memungkinkan karyawan menerima peningkatan gaji melalui 2 jenis, yakni secara vertikal dan secara horizontal.   Jenis penggajian yang naik cara vertikal diartikan semakin tinggi posisi atau jabatan seseorang, maka gajinya pun akan mengalami kenaikan. Sedangkan untuk sistem horizontal, walaupun jabatan atau posisinya tetap, tetapi gaji bisa lebih tinggi dalam suatu divisi dibanding divisi lain di perusahaan yang sama. Hal ini dapat terjadi apabila nilai jabatan atau pekerjaan dalam suatu divisi mengalami peningkatan dibanding divisi lainnya dalam posisi yang sama. Contohnya, posisi junior videographer di divisi kreatif gajinya bisa lebih besar dibanding posisi junior akuntan di divisi keuangan sebab kontribusi dan gagasannya sangat besar untuk kemajuan perusahaan. Divisi lain masih memiliki peranan penting terhadap perusahaan, hanya nilainya saja yang berbeda.   Pay For Person Sistem upah yang satu ini merupakan konsep penggajian dengan melihat dan mempertimbangkan keahlian atau skill yang dimiliki karyawan. Semakin tinggi kompetensi dan keahlian yang dimiliki seorang karyawan, gajinya pun akan semakin tinggi. Terlebih jika keahlian karyawan tersebut berdampak besar bagi kemajuan perusahaan. Biasanya sistem pay for person diterapkan pada karyawan yang mempunyai skill tinggi di bidang tertentu, seperti contohnya memiliki kemampuan research yang cepat dan akurat dibandingkan karyawan lain.   Sistem penggajian ini utamanya harus bersifat objektif dan tanggung jawab yang besar supaya bisa memperhitungkan skala penggajian dengan tepat dan mudah. Keunggulan lainnya jika Anda menerapkan konsep ini yakni Anda dapat membangun konsep People Operation di mana karyawan menjadi faktor terbesar dalam pengambilan keputusan.   Pay For Performance Dan yang terakhir penggajian dengan konsep pay for performance yang artinya memberikan gaji karyawan berdasarkan performa atau prestasi yang diraih karyawan. Semakin tinggi performa karyawan maka akan semakin besar gaji yang ia terima. HR bisa mengaplikasikan sistem yang satu ini melalui pemberian tunjangan intensif dari perusahaan.   Pay for performance biasanya diterapkan di divisi pemasaran yang berhubungan dengan target pencapaian untuk menggaet klien atau konsumen. Divisi apapun yang memanfaatkan sistem penggajian ini harus mempunyai indikator yang jelas dan terukur untuk menentukan apakah pemberian gaji sudah sesuai dengan performa dan prestasi yang dimiliki karyawan. Ketepatan indikator juga bermanfaat untuk sebagai motivasi bagi karyawan lain agar meningkatkan prestasi dan performanya.   Itu tadi penjelasan dari konsep 3P dalam penggajian karyawan. Temukan talenta muda terbaik untuk bergabung bersama perusahaan Anda di TopKarir. Dapatkan akses dan sistem rekrutmen yang mudah dengan fitur sortir kandidat. Segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Komentar