Pencari Karir Pencari Kandidat

5 Persiapan Agar Finansial Aman Ketika Berhenti Jadi Karyawan

11 Agustus 2022 11:08 1011 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Saat berhenti menjadi karyawan merupakan salah satu keputusan hidup yang cukup besar yang bisa kamu ambil, jika kamu sudah merasa jenuh bekerja sebagai karyawan dan ingin mulai membangun pekerjaan baru ataupun bisnis tentunya kamu harus memastikan dan juga mempersiapkan terlebih dahulu agar finansial kamu aman saat berhenti menjadi karyawan.

 

Kamu harus mempersiapkan diri secara finansial agar keuangan saat kamu berhenti jadi karyawan tidak kacau balau karena tidak memiliki pemasukan setiap bulannya lagi secara konsisten, namun sebelum itu apakah kamu mengetahui apa arti finansial dan apa itu finansial?

 

Adapun untuk finansial adalah istilah luas yang digunakan untuk menjelaskan banyak aspek dari keuangan ataupun industri keuangan, seperti misalnya saja adalah instrumen finansial, layanan finansial, institusi finansial, penasehat finansial dan juga perencanaan finansial. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas lebih mendalam mengenai perencanaan finansial yaitu persiapan agar finansial kamu aman saat berhenti jadi karyawan.

 

Bagi kamu Yang penasaran apa saja persiapan yang harus kamu lakukan agar finansial kamu aman saat berhenti menjadi karyawan kamu bisa menyimak pembahasannya berikut ini.

 

5 Persiapan Agar Finansial Aman Ketika Berhenti Jadi Karyawan

Siapkan Dana Darurat

Persiapan yang pertama agar finansial kamu aman saat berhenti jadi karyawan adalah kamu perlu menyiapkan dana darurat, menyiapkan dana darurat ini sangatlah penting karena ketika kamu berhenti jadi karyawan maka pemasukan setiap bulannya akan berkurang tidak seperti sebelumnya yang konsisten setiap bulannya mendapatkan pemasukan. Maka dari itu kita perlu menyiapkan saldo dana darurat setidaknya sebanyak 3 kali pengeluaran rutin setiap bulannya supaya finansial kamu aman kedepannya.

 

Sisihkan 50% Penghasilan Untuk Dana Darurat

Persiapan berikutnya agar finansial kamu aman adalah kamu bisa sisihkan 50% dari penghasilan untuk dimasukkan pada saldo dana darurat, kamu bisa memasukkan sebagian penghasilan kamu baik itu penghasilan ketika menerima gaji setiap bulannya atau pun beberapa pemasukan seperti cuti melahirkan ataupun memasukkan lain saat masih menjadi karyawan. Hal ini agar saldo dari dana darurat kita mencukupi saat kita sudah tidak lagi menjadi karyawan dan belum mendapatkan pekerjaan baru.

 

Hitung Ulang Biaya Pengeluaran

Berikutnya adalah kamu perlu menghitung ulang biaya dari pengeluaran Kamu setiap bulannya saat sudah tidak lagi menjadi karyawan, dengan finansial artinya keuangan kita harus memiliki perencanaan dan juga saat kamu berhenti menjadi karyawan anggaran yang perlu dikeluarkan setiap bulannya harus Kita sesuaikan kembali.

 

Kamu bisa menghitung ulang biaya pengeluaran dan sedikit menguranginya, kamu bisa mengurangi biaya pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti biaya untuk hiburan dan juga belanja kebutuhan pribadi yang tidak mendesak.

 

Pahami Fasilitas yang Hilang

Setelah kamu sudah tidak lagi menjadi karyawan tentunya kamu harus memahami bahwa fasilitas yang akan kamu dapatkan setiap bulannya juga tentunya akan hilang, kamu perlu mempersiapkan beberapa pengeluaran tambahan untuk bisa mendapatkan fasilitas yang hilang ini contohnya seperti fasilitas untuk kesehatan. Agar finansialmu aman maka kamu harus mempersiapkan hal ini dan menerima realita bahwa sejumlah fasilitas akan hilang dan tidak akan kamu dapatkan lagi ketika bukan menjadi seorang karyawan.

 

Hindari Penggunaan Kartu Kredit dan Pinjaman Online

Persiapan yang terakhir yang harus kamu lakukan agar finansial aman saat berhenti menjadi karyawan adalah menghindari penggunaan kartu kredit dan juga pinjaman online, meskipun menggunakan kartu kredit dan juga pinjaman online tampaknya menjadi salah satu solusi yang bisa mengatasi permasalahan kita akan tetapi sebisa mungkin agar kamu bisa menghindari penggunaan hal tersebut. Hal ini dikarenakan kamu perlu menyadari bahwa kemampuan untuk membayar penggunaan kartu kredit dan juga pinjaman tersebut akan menjadi lebih sulit ketika kamu bukan lagi seorang karyawan.

 

Bagi kamu yang berencana untuk berhenti menjadi karyawan kamu harus memastikan beberapa persiapan di atas tadi, agar nantinya finansial kamu aman saat berhenti menjadi karyawan.

 

Dapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan serta informasi menarik lainnya mengenai finansial hanya di TipsKarir.

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Webinar Atur Keuangan Bisnis

Webinar Atur Keuangan Bisnis

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI”, kali ini akan ada webinar Seri Industri Pangan dengan judul ATUR KEUANGAN BISNIS, dalam Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai cara mengatur keuangan bisnis yang sehat, agar bisnis yang anda jalankan bukan hanya terlihat sehat dari luar tapi dari sisi keuangan juga.   Sistem Webinar akan berlangsung secara dua arah, yakni peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber untuk bisa menanyakan perihal masalah mengatur keuangan dalam bisnis anda agar lebih sehat, selain itu mereka juga bisa share opportunity yang mungkin akan menginspirasi para peserta lainnya.   Dalam webinar kali ini Anda bisa ikutan Program SASA-PRENEURSHIP untuk Mendapatkan Modal Usaha untuk 10 orang   Acara ini akan berlangsung pada hari Rabu, 15 Juli 2020, pukul 15.00-17.00 WIB melalui Live on Zoom dan Livestreaming di TopKarir.com   APINDO & BPJS Ketenagakerjaan bersama Sasa Tepung Bumbu   Narasumber :LISHIA ERZACEO ASYX Supply Chain FinancingKomite Pengembangan Kewirausahaan APINDO   Hosted By :BAYU JANITRA WIRJOATMODJO (@bayu_janitra)CEO TopKarir Indonesia   Link Pendaftaranhttps://bit.ly/daftarUMKM-akademi   GRATISBenefit :• E-Sertifikat• Ilmu• Relasi
Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Mengelola keuangan jadi salah satu problem besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi banyak orang, khususnya generasi muda masa kini. Gimana nggak, godaan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan makin menjadi-jadi di jaman yang serba praktis sekarang ini. Racun belanja online ada dimana-mana mulai dari review produk di Instagram, blog, sampai Tiktok. Cukup buka media sosial/e-commerce kita sudah bisa membeli apapun yang kita mau.   Tapi di tahun 2021 ini sudah seharusnya kita lebih cerdas mengatur keuangan, sebab kita masih hidup dalam ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang masih menghantui. Kondisi kesehatan dan finansial kapanpun bisa berubah, karenanya uang yang kita punya harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi keadaan buruk yang mungkin terjadi. Kamu pasti juga punya banyak harapan kan di 2020? Untuk mewujudkannya, beberapa juga butuh dukungan dana.   Sehat bukan cuma sekedar fisik, tapi kita juga harus sehat secara finansial. Mumpung masih muda, kita biasakan mengatur keuangan dengan bijak. Bukankah kita mau masa depan yang cerah, mapan, dan merdeka secara finansial? Nah, untuk memulainya ada beberapa catatan untuk mulai mengatur keuangan di awal tahun baru ini.   Tetapkan tujuan finansialmu Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan keuanganmu dengan jelas dan terukur, sertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta jangka waktunya. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan dibagi dengan jumlah bulan yang tersisa, supaya kamu tahu berapa target bulanannya.   Atau buat dua tujuan finansial yang terdiri dari satu tujuan yang tidak terlalu penting dan satu tujuan penting. Tujuan yang tidak terlalu penting misalnya traveling, tujuan yang penting bisa berupa dana darurat, membeli rumah, dana pensiun, atau proteksi kesehatan. Bisa senang-senang tapi aset masa depan juga nggak dilupakan.   Bedakan antara kebutuhan dan keinginan Hal lain yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan adalah membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (wants). Meski terdengar sama, tapi sebenarnya kedua hal ini sangat berbeda dan berpengaruh besar terhadap pengeluaran kamu nantinya. Ada tiga perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan : Kebutuhan itu sifatnya wajib dipenuhi, sedangkan keinginan tidak. Kebutuhan bersifat tidak bisa ditunda, sedangkan keinginan masih bisa. Kebutuhan dorongannya logis, sedangkan keinginan dorongannya emosional. Sebagai contoh, makan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sifatnya akan berubah menjadi keinginan jika aktivitas makan itu sendiri harus dilakukan ketika perut sudah kenyang alias lapar mata aja.   Catat semua pengeluaran dan pemasukan Kita juga perlu menghitung berapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin seperti biaya dokter dan hiburan. Nah kalau masih bingung, untuk tahu secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktivitas pencatatan setiap ada pemasukan dan pengeluaran.   Persiapkan dana darurat Dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan untuk keperluan darurat seperti kehilangan pekerjaan, bisnis yang menurun, keluarga yang sakit, kecelakaan atau menjadi korban pencurian. Sisihkan 20 sampai 30 persen pendapatan kamu untuk dana darurat.   Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko seperti tabungan, deposito, emas atau reksadana pasar uang untuk menyimpan kas dana darurat. Idealnya kamu harus punya dana darurat sebesar 5 sampai 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat akan membantu kamu agar keuangan bulanan tidak terganggu (terdampak) oleh keadaan mendesak, karena sebelumnya kamu sudah menyediakan alokasi khusus.   Itu tadi beberapa poin yang perlu kamu ikuti untuk mulai mengatur keuangan dengan baik di awal tahun ini. Gimana? Sudah punya target untuk karir yang lebih mapan di tahun 2021 ini? Kamu bisa mulai meng-upgrade diri dengan mengikuti pelatihan online di TopEdu. Jadi talenta unggul dengan melengkapi skill dan kompetensi di era adaptasi sekarang ini. Yuk mulai pelatihan online-mu di sini!
Komentar